Refleksi Diri
Kesenangan ikut UC Enterpreneur Online adalah merasakan semangat bahwa semua bisa dilakukan asal ada kemauan.
Melihat video di Minggu1 ini benar-benar bikin semangat tidak terkira, setelah sebulan ini kepala pusing memikirkan bagaimana caranya usaha Janari Batik saya bisa berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan. Selama berjalan dari bulan Agustus 2013 perjalanan tidak mulus karena memang menghadapi berbagai halangan dari mulai penjahit, pengiriman, pemasaran dll. All start is difficult adalah benar-benar kenyataan. Belum lagi dengan latar belakang keluarga saya yang pekerja kantoran semua, jadi saya harus benar-benar memfokuskan tujuan saya, karena masih berlaku dalam keluarga saya bahwa kita ini tidak punya bakat buat jadi pengusaha, daripada rugi mendingan ya kerja kantoran saja.
Mungkin seperti pak Dahlan bilang bahwa saya belum terlalu sungguh-sungguh dalam memulai usaha, mungkin sungguh-sungguh yang selama ini saya lakukan ibaratnya seperti kualitas emas yang 18karat, belum sampai 22-24 karat. Belum lagi banyak keinginan yang pingin saya lakukan sehingga membuat saya tidak fokus. Saya harus mulai memilah-milah semua keinginan-keinginan saya, dituangkan dalam buku/notes sehingga tidak berkecamuk dalam kepala. Mulai memikirkan tujuan dan misi awal saya memulai usaha Janari Batik ini di daerah yang tidak atau bisa disebut kurang menghargai kain batik maupun kain tradisional, belum lagi memikirkan design yang tidak bisa disamakan dengan selera orang jakarta maupun daerah jawa lainnya.
Fixed mindset dan growth mindset juga membuat saya tersentak karena itulah yang saya alami saat ini bersimpangan pendapat dengan orang terdekat mengenai pilihan merintis usaha atau kerja kantoran. Saya merintis usaha kecil-kecil dari beberapa tahun yang lalu dengan mencoba beberapa jenis usaha, namun karena tidak fokus dan menganggap bisnis kecil-kecilan jadinya saya tidak pernah bermimpi menjadikan usaha saya menjadi besar, lagipula saat itu saya masih kerja kantoran sehingga kadang-kadang memang saya menganggap usaha tersebut hanyalah selingan. Keinginan untuk memulai lagi, terpicu karena setelah saya pindah ke kota kecil dan berteman dengan beberapa pengusaha baik pengusaha rumahan maupun pengusaha cukup besar, jadi lah saya punya mimpi untuk mempunyai usaha sendiri. Tapi sangat tidak mudah untuk memulai nya belum lagi anggapan keluarga dan orang-orang terdekat jika kita tidak berhasil, banyak kata-kata yang membuat saya down sehingga ketika mengikuti kelas UC online ini sangat amat membantu.
Berikut ini beberapa poin yang saya anggap menarik dari pelajaran minggu pertama :
Pak Ciputra :
Dahlan Iskan :
Nur Agustinus :
Melihat video di Minggu1 ini benar-benar bikin semangat tidak terkira, setelah sebulan ini kepala pusing memikirkan bagaimana caranya usaha Janari Batik saya bisa berjalan sesuai dengan harapan dan keinginan. Selama berjalan dari bulan Agustus 2013 perjalanan tidak mulus karena memang menghadapi berbagai halangan dari mulai penjahit, pengiriman, pemasaran dll. All start is difficult adalah benar-benar kenyataan. Belum lagi dengan latar belakang keluarga saya yang pekerja kantoran semua, jadi saya harus benar-benar memfokuskan tujuan saya, karena masih berlaku dalam keluarga saya bahwa kita ini tidak punya bakat buat jadi pengusaha, daripada rugi mendingan ya kerja kantoran saja.
Mungkin seperti pak Dahlan bilang bahwa saya belum terlalu sungguh-sungguh dalam memulai usaha, mungkin sungguh-sungguh yang selama ini saya lakukan ibaratnya seperti kualitas emas yang 18karat, belum sampai 22-24 karat. Belum lagi banyak keinginan yang pingin saya lakukan sehingga membuat saya tidak fokus. Saya harus mulai memilah-milah semua keinginan-keinginan saya, dituangkan dalam buku/notes sehingga tidak berkecamuk dalam kepala. Mulai memikirkan tujuan dan misi awal saya memulai usaha Janari Batik ini di daerah yang tidak atau bisa disebut kurang menghargai kain batik maupun kain tradisional, belum lagi memikirkan design yang tidak bisa disamakan dengan selera orang jakarta maupun daerah jawa lainnya.
Fixed mindset dan growth mindset juga membuat saya tersentak karena itulah yang saya alami saat ini bersimpangan pendapat dengan orang terdekat mengenai pilihan merintis usaha atau kerja kantoran. Saya merintis usaha kecil-kecil dari beberapa tahun yang lalu dengan mencoba beberapa jenis usaha, namun karena tidak fokus dan menganggap bisnis kecil-kecilan jadinya saya tidak pernah bermimpi menjadikan usaha saya menjadi besar, lagipula saat itu saya masih kerja kantoran sehingga kadang-kadang memang saya menganggap usaha tersebut hanyalah selingan. Keinginan untuk memulai lagi, terpicu karena setelah saya pindah ke kota kecil dan berteman dengan beberapa pengusaha baik pengusaha rumahan maupun pengusaha cukup besar, jadi lah saya punya mimpi untuk mempunyai usaha sendiri. Tapi sangat tidak mudah untuk memulai nya belum lagi anggapan keluarga dan orang-orang terdekat jika kita tidak berhasil, banyak kata-kata yang membuat saya down sehingga ketika mengikuti kelas UC online ini sangat amat membantu.
Berikut ini beberapa poin yang saya anggap menarik dari pelajaran minggu pertama :
Pak Ciputra :
- Kita perlu bertumbuh, untuk itu pentingnya Scale up dalam melakukan usaha, sehingga dapat berkembang dan menjadi besar
- Sebagai seorang Enterpreneur, kita tidak boleh berpuas diri. Bukan berarti tidak mensyukuri tetapi berpuas diri dikhawatirkan menjadikan kita complexion, mapan, lengah.
- Bisnis itu filosofinya tentang differentiation perbedaan saja, namun bukan asal beda tetapi asal beda yang dapat memberikan nilai tambah pada konsumennya, nilai tambah yang diperlukan dan dianggap penting bagi konsumen
Dahlan Iskan :
- Sungguh-sungguh itu seperti emas, ada karatnya. Banyak yang mengatakan sudah bersungguh-sungguh tetapi tidak belum berhasil, mungkin perlu di pertanyakan kesungguhannya, apakan betul sungguh-sungguh seperti emas 24 karat? atau pura-pura sungguh-sungguh seperti emas 18 karat? atau bahkan hanya dimulut saja sungguh-sungguhnya, sehingga perlu dicek kesungguhannya.
- Dalam men Scale Up bisnis kita ada beberapa yang perlu dirubah yaitu mindset, comfort zone dan Inovasi
- Intentions/kehendak adalah gabungan dari keinginan dengan dan kelayakan. Memperbesar keinginan untuk memperbesar usaha, untuk meluaskan usaha dengan cara buka hidup kita terhadap inspirasi-inspirasi dari pada entrepreneur yang sudah berhasilBaca riwayat hidup mereka. Lihat usaha mereka. Pelajarai pengalaman hidup mereka. Kelilingi dengan orang-orang yang menginspirasi Anda menjadi Entrepreneur. Perbesar keinginan adalah melalui inspirasi.
- Untuk meningkatkan kesanggupan kita, yang pertama adalah perbesar informasi tentang hal yang ingin kita lakukan dan yang kedua adalah harus tahu informasi tentang industrinya
Nur Agustinus :
- Fixed Mindset : bisanya mereka selalu menjauhi atau menghindari tantangan. Sangat mudah sekali untuk menyerah. Ada hambatan sedikit sudah langsung menyerah. Dan buruknya, kalau dia dikritik, cenderung diabaikan atau cenderung tersinggung.
- Growth Mindset : Orang-orang dengan minset bertumbuh mempunyai sikap yang persistance terhadap usahanya. Dia tidah mudah menyerah. Dia belajar dari kritik-kritik yang dilontarkan kepadanya. Kritik bukan dianggap sebuah serangan, tetapi jusutru memacunya untuk introspeksi menghasilkan yang lebih baik karena dia tidak menjauhi tantangan, tetapi justru dia menghadapi tantangan itu dengan lebih baik.
Comments
Post a Comment