URIP IKU URUP

Ketika membaca bahan ajar dari Bapak Sudhamek ada kata-kata yang sangat menempel di kepala saya, salah satu falsafah hidup orang Jawa yaitu

URIP IKU URUP : hidup itu harus berfaedah bagi orang lain

saya sangat setuju dengan kata-kata tersebut.  Bisnis itu tidak hanya sekedar dari profit, bisnis itu tidak hanya untuk kepentingan kita sendiri yang dikatakan share holder. Bisnis itu keberadaannya diperlukan oleh banyak pemangku kepentingan dan ini semuanya saling merajut tidak terpisah-pisahkan. Kalau kita melihat kehidupan sesungguhnya adalah sebuah jaringan/ network, maka kita kemudian melihat bisnis itu tidak dengan cara yang dangkal. Kalau kita melihat bisnis itu hanya  persoalan profit atau hanya kepentingan stake holder tertentu lebih komplitnya share holder, atau kemudian bisnis itu diadakan adalah untuk kepentingan manusia semata-mata, maka di situlah kemudian bisa terjadinya ketidakharmonisan dengan lingkungan kita terutamanya alam.

Saat ini walau berjalan agak lambat, saya berusaha untuk tetap dengan visi dan misi saya, bahwa saya menjalankan usaha batik ini tetap berpedoman "hanya menggunakan batik cap atau batik tulis" sebagai bentuk penghargaan saya kepada pengrajin-pengrajin batik di luar sana.  Walau di daerah Manado ini belum banyak yang mengerti tentang perbedaan macam-macam batik, sehingga menjadi PR yang lumayan berat bagi saya untuk mengenalkan pakaian-pakaian dengan kain-kain tradisional maupun batik.  Saya juga berencana untuk bekerja sama dengan pengrajin-pengrajin lokal Manado untuk pemasangan asesoris sehingga saya dapat memberikan kontribusi untuk masyarakat sekitar juga.

Beberapa point  dari pelajaran minggu ke dua yang menurut saya sangat menarik adalah sebagai berikut:

  • Dahlan Iskan : kunci sukses itu adalah bisa dipercaya, untuk memulai usaha tidak perlu menunggu modal atau waktu yang tepat, karena dengan mulai dari sedikit demi sedikit dan kita bersungguh-sungguh pasti akan membuka jalan untuk dapat melebarkan usaha.  Modal utama adalah kepercayaan, jika konsumen percaya kepada kita, maka bukan tidak mungkin akan banyak menawarkan peluang-peluang baru.
  • Sandiaga UnoStarting up is one thing, but scaling up is the completely different more game.  Tantangan scalling up yang para enterpreneur adalah
    • Akses Sumber Daya Manusia
    • Akses kepada Pasar
    • Akses kepada capital
  • Sudhamek AWS : seorang entrepreneur utamanya itu harus membangun bisnis itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tertentu yang dia yakini kebenarannya. Nilai-nilai itu saya sarankan galilah dari dunia timur. Timur itu lebih khususnya lagi mau cari di Indonesia itu banyak, karena nenek moyang kita itu mewariskan terlalu banyak wisdom
  • Antonius Tanan : “If opportunity doesn't knock, build a door”. Maksudnya jangan tunggu peluang. Kalau kita lihat tidak ada peluang tampaknya, buat sebuah pintu secara sengaja. Sebuah pintu peluang. Mari membangun pintu peluang untuk tumbuh melalui pelanggan.  Ada tiga kata kunci di dalam entrepreneurship. 
    • Peluang : Peluang kita dapatkan dengan cara mengubah masalah. Masalah jadi peluang
    • Solusi : Untuk mengembangkan solusi, harus diinovasikan.
    • Resiko: Resiko harus dikelola, dikecilkan, jika perlu dihapus.
  • Nur Agustinus : Sebagai enterpreneur, kita harus memahami fase-fase dalam bertumbuh : 
    • Fase start up
    • Fase perkenalan/introduction
    • Fase pertumbuhan  : untuk usaha-usaha mikro dan kecil biasanya kita lupa untuk melakukan pencatatan secara disiplin, sehingga kita tidak tahu kapan kita mencapai titik impas.
    • Fase Kematangan
    • Fase Penurunan : jika kita tidak melakukan inovasi maka cepat atau lambat akan mencapai fase penurunan, untuk itu kita harus jeli dalam melakukan inovasi pada masa kita mencapai titik fase pertumbuhan.





Comments